Saturday, October 21, 2017

Masjid Jami Kebir Simferopol – Krimea

Masjid Jami Kebir, menjadi awal mula sejarah kota Simferopol yang pada mulanya bernama Aqmasjid City atau kota Masjid Putih merujuk kepada warna tembok masjid ini.

Simferopol Kota Masjid Putih

Simferopol, sebuah kota di Semananjung Krimea, semenanjung yang dulunya merupakan wilayah Rusia kemudian dihadiahkan kepada Ukraina saat Ukraina bergabung dengan Uni Soviet namun kemudian “dicaplok” lagi oleh Rusia seiring runtuhnya emperium tirai besi tersebut, dan kini Ukraina tampaknya tak benar benar berkuasa atas wilayah kantung berpenduduk muslim tersebut, meskipun Ukraina mengakui wilayah semenanjung Krimea merupakan Republik Otonom Krimea di dalam wilayah hukum Ukraina.

Sejarah kota Simferopol tak bisa dilepaskan dari sejarah masjid Jami’ Kebir yang merupakan masjid tertua di kota tersebut dan diseluruh semenanjung Krimea. Pada masa awal sejarah kota ini di abad pertengahan disebut atau dinamai dengan nama “Aqmecit city” atau “Kota Masjid Putih”. Sejarawan menyakini nama tersebut diambil dari warna putih tembok masjid Jami’ Kebir ini.

Kebir-Cami | Кебир-Джами
4, Kurchatova St, 4, Simferopol
Crimea, 95000



Masjid Kebir merupakan masjid tua di kota Simferopol, Ukraina. Masjid ini merupakan monumen arsitektur terkenal di kota Simferopol dan merupkan bangunan tertua yang masih bertahan di kota itu. Pertama kali dibangun oleh Menli Giray Khan tahun 1508 atau 914 Hijriah sebagaimana tertulis pada sebuah plakat di pintu masuk masjid ini dalam huruf arab yang menyatakan :

“Masjid ini dibangun bagi kejayaan dan keagungan Khan Meñli I Giray, mudah mudahan Allah mengampuni semua dosanya dan dosa anak anaknya di bulan Muharam tahun Sembian Ratus Empat Belas”

Setelah perang dunia kedua Masjid Kebir ini sempat terbengkalai. Kemudian selama beberapa tahun digunakan sebagai bengkel pembuatan sampul buku. Sampai kemudian diperbaiki sekembalinya komunitas muslim Tatar Krimea dari pengasingan dan di tahun 1989 secara resmi masjid ini dikembalikan lagi kepad komunitas muslim Krimea, dan proses rekonstruksi total terhadap bangunan masjid ini mulai dilaksanakan pada penghujung bulan oktober 1991.

Sisi mihrab Masjid Kebir

Tahun 2009 masjid Jami’ Kebir kembali di rekonstruksi bertepatan dengan perayaan setengah millennium atau 500 tahun berdirinya masjid tersebut. Hayder Ismail selaku wakil Mufti Krimea menjelaskan bahwa rekonstruksi yang selesai dilaksanakan pada bulan Juli 2009 tersebut adalah upaya untuk memulihkan tampilan interior masjid Jami Kebir termasuk ornament-ornamennya, lukisan kaligrafi dan mihrab masjid dengan bantuan berbagai sumber sumber dokumen arsip kuno.

Lebih dari 250 ribu hryvnyas (mata uang Ukraina) biaya yang dihabiskan untuk restorasi bagian interior masjid Jami Kebir ini bersumber dari dana yang dikumpulkan dari para donator dan para pengusaha muslim Krimea. Hayder Ismail juga menghimbau otoritas kota untuk meninjau ulang sejarah Simferopol yang selama ini disebut baru berusia 225 tahun, namun fakta yang ditemukan menyatakan bahwa Simferopol sudah eksis sejak 500 tahun lalu sebagai “Kota Masjid Putih” atau “Aqmescit City”.

Kini Masjid Kebir menjadi masjid utama di semenanjung Krimea, masjid ini menjadi tempat tinggal dari Mufti Krimea serta menjadi pusat aktivitas Spiritual muslim Krimea. Masjid ini juga dilengkapi dengan madrasah serta Perpustakaan Tatar Krimea.

Sisi lain Masjid Jami Kebir Simferopol

Arsitektur Masjid Jami’ Kebir

Masjid Jami’ Kebir dibangun dalam bentuk bangunan masjid Tatar dengan bangunan utama berdenah segi empat, dinding bagian luar polos nyaris tanpa ornamen, sebuah kubah besar di pasang di atap masjid bagian tengah dengan di topang oleh sebentuk bangun segi delapan menyerupai menara dalam ukuran pendek. Dan dilengkapi dengan sebuah menara menjulang berujung lancip.

Menara masjid ini dilengkapi dengan tangga dan balkoni yang digunakan oleh muazin menyuarakan azan di masa lalu. Diujung menara ditempatkan ornament bulan sabit sama halnya di ujung kubah masjid. Yang menarik adalah adanya bentuk tiga bola yang ditempatkan di bawah ornament bulan sabit, tampak seperti ornament di atap gedung sate Bandung.

Interior masjid ini sudah dipulihkan dalam proses rekonstruksi tahun 2009 yang lalu tampak begitu apik dengan sentuhan karya seni Tatar Krimea dalam balutan warna hijau, kuning dan merah, sementara tembok bagian dalam masjid juga di cat dengan warna putih. Masjid ini juga memiliki mimbar dari kayu berukuran tinggi besar seperti kebanyakan masjid masjid Tatar dan Turki.

Di dalam Masjid Jami Kebir Simferopol

Tradisi Iftar Jama’i Selama Ramadhan

Seperti masjid masjid di Indonesia, Masjid Jami Kebir di Simferopol ini juga menyelenggarakan Iftar Jama’I atau buka puasa bersama selama bulan suci Romadhan. Setiap tahun acara tersebut diselenggarakan di masjid ini bagi Jemaah tetap masjid ini maupun bagi para musafir yang kebetulan sedang singgah di masjid ini.

Jemaah masjid ini tidak saja muslim setempat namun juga diramaikan oleh kehadiran para mahasiswa dari negara negara Islam seperti Turki dan Palestina yang sedang kuliah di Pusat Administratif Krimea.

Selama bulan suci Romadhan pengurus masjid ini menyiapkan sajian untuk berbuka bagi setidanya 200 jemaah. Bedanya, acara buka bersama di masjid ini semua hidangan berbuka di sajikan di meja yang di tata rapi di halaman masjid, dan tentu saja dipisahkan antara meja untuk Jemaah pria dan wanita.

Referensi


Baca Juga


Sunday, October 15, 2017

Lala Tulpan Masjid Bunga Tulip di Ufa

Merah semerah bunga tulip yang sedang mekar, sesuai dengan namanya, Masjid Tulip Yang Sedang Mekar.

Lala Tulpan adalah salah satu masjid masjid besar di Rusia. Lokasinya berada di kota Ufa, Boshkortostan.Lala Tulpan berarti “Bunga tulip yang mekar” nama yang pas dengan arsitektur masjidnya, perhatikan bentuk menara kembar masjid ini yang pada bagian ujungnya dibuat menyerupai bunga tulip yang sedang mekar atau dalam Bahasa setempat disebut “lala tulpan”.

Lala Tulpan atau tulip yang sedang mekar, tak hanya mengacu pada menaranya, mekar seperti bunga pada musim semi. Nama itu juga berbicara tentang mekarnya kegiatan keagamaan dan budaya setelah era runtuhnya Uni Soviet. Sejarah mencatat, pada 2001, Presiden Vladimir Putin menyelenggarakan pertemuan dengan Talgat Tadzhuddin dan ulama Muslim lainnya di Lala Tulpan, Ufa.

Menara kembar bunya tulip di masjid ini dibangun setinggi 53 meter, adalah nomor tiga tertinggi di Rusia setelah Masjid Akhmad Kadyrov di Kota Grozny dan Masjid Qolsharif di Kazan. Bangunan ini bisa menampung seribu jamaah. Masjid modern ini dibangun antara 1990 dan 1998 berdasarkan desain arsitek modernis, Wakil Davlyatshin.

Masjid Lala Tulpan
ul. Komarova, 5, Ordzhonikidze district
Ufa, Respublika Bashkortostan
Rusia,450044
telp : +7 347 242-22-33
Coordinates:   54°49'10"N   56°3'20"E



Pembangunan Masjid Lala Tulpan dimulai pada 1989. Pada waktu itu, Uni Soviet ada di bibir kehancuran. Ketidakpastian yang besar melanda ke seluruh negeri, seperti investasi besar yang tak jelas bakal kembali.  Lokasi pembangunan Lala Tulpan sempat terbengkalai selama tujuh tahun. Pada 1997, konstruksi dimulai lagi dan masjid itu akhirnya rampung setahun kemudian, menawarkan simbol kemajuan dan stabilitas.

Sejak selesai dibangun pada 1998, masjid ini menjadi objek wisata populer di kota Ufa. Struktur yang megah namun unik bagi masjid ini menjadi pengingat tersendiri tentang sebuah ketahanan kebudayaan dan keagamaan di Rusia dan keimanan warganya ditengah ideologi ateis yang dianut Uni Soviet di masa lalu. Pembangunan menara monumental dan indah Lala Tulpan kini terkenal bagi dunia yang mungkin tak terbayangkan pada era kekuasaan Uni Soviet.

Arsitektur Masjid Lala Tulpan

Menara
kembar masjid ini berdiri megah di sisi depan bangunan utama, mengapit pintu masuk ke masjid. Pintu masuk utamanya berada dibawah serangkaian tiga tumpukan atap segi tiga terbuka. di setiap ruang antara tumpukan atap tersebut ditempatkan jendela jendela kaca berukuran besar sebagai sumber cahaya alami ke dalam masjid.

Bangunan utamanya sama sekali tidak mirip dengan bangunan masjid pada umumnya.

Rancangan masjid ini memang terdiri dari serangkaian struktur geometris yang cukup rumit, menciptakan bentuk masjid yang tak lazim,  dan dengan sendiri sama sekali tak memungkinkan untuk menempatkan kubah di atap bangunan masjidnya. Hasilnya, bangunan terlihat dari atas seperti kubus yang dibongkar.

Warna merah cerah sangat menyolok terutama pada bagian atap dan puncak menaranya yang memang sengaja di cat warna merah cerah agar benar benar tampak seperti bunga tulip yang sedang mekar, dipadu dengan warna putih. penggunaan warna merah dan putih pada masjid ini sama sekali kontradiksi dengan kebiasaan menggunakan warna abu abu pada bangunan di era Uni Soviet.

Ruang interior masjid ini pun dengan sendirinya terbentuk bersudut sudut. Dekorasi di dalam masjid ini cukup minimalis, bagian bawah dindingnya ditutupnya dengan ubin bercorak sementara lampu gantung raksasa bergelayut dari langit-langit. Jendela jendela kaca masjid ini menggunakan kaca patri demikian juga dengan jendela besar di ruang mihrab, ruang yang tercipta dari pertemuan titik titik geometris bangunannya. Sebuah mimbar berukuran besar di tempatkan disamping kanan mihrab.

Di dalam Masjid Lala Tulpan

Masjid Lala Tulpan ini mampu menampung sekitar 300 jemaah di ruang utamanya ditambah dengan sekitar 200 jemaah di lantai mezanin-nya. Masjid ini juga dilengkapi dengan madrasah, ruang meeting ruang makan, ruang pelatihan yang mampu menampung sekitar 100 siswa dan asrama.

Sejarah Ufa

Ufa adalah ibu kota dan kota terbesar di Republik Bashkortostan, Rusia. Sebuah kota pusat industri, ekonomi, sains, dan budaya republik itu. Ufa disebut sebagai pusat Muslim di Rusia. Kota itu berawal dari sebuah benteng yang dibangun atas perintah Ivan yang kejam pada 1574 dan asalnya menggunakan nama bukit tempat kota itu berdiri, Tura-Tau. Pada abad ke-18, Ufa menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, manufaktur, dan budaya Rusia.

Ufa Municipal Public Bank didirikan pada 15 Desember 1876. Pada 1918, Ufa menjadi tempat kediaman seluruh pemerintahan provisional Rusia. Pada 14 Juni 1922, Ufa menjadi Ibu kota pemerintahan otonomi Bashkir dalam Republik Sosialis Soviet. Penemuan minyak di Bashkiria menjadikan Ufa salah satu pusat pengilangan minyak Soviet.

Masjid Lala Tulpan di musim salju yang membeku

Pada Perang Dunia II, menyusul penarikan mundur Soviet ke arah timur pada 1941, Ufa menjadi basis pemerintahan Soviet di wilayah Ukraina. Selain ibu kota republik, Ufa juga menjadi pusat Distrik Ufimsky meskipun tak menjadi bagian administratifnya.

Bashkortostan, tempat asal orang orang Bashkir

Bashkortostan merupakam negara merdeka di dalam Federasi Russia dan sepanjang sejarahnya merupakan Republik yang paling independen dalam sejarah Russia. Republik ini merupakan tempat asal orang-orang Bashkir. Secara historis, Muslim Bashkir tinggal bersama komunitas Tatar dan komunitas etnis Rusia lainnya. 

Bashkortostan memiliki bahasanya sendiri ‘bahasa Bashkir’ yang digunakan bersama dengan Bahasa Russia, dan keduanya di akui sebagai Bahasa resmi di Republik tersebut. Budaya yang bercampur aduk ini memberikan karakter kosmopolitan di Bashkortostan.

Masjid Lala Tulpan

Penguasa kota telah berupaya untuk memasarkan Ufa sebagai tempat yang memelihara warisan budayanya, tetapi juga modern dan siap menjadi tuan rumah bisnis global, para wisatawan, dan berbagai konferensi internasional.

Lala Tulpan berdiri di kawasan itu sebagai simbol sempurna bagi citra publik, mewakili wajah kontemporer sementara memelihara akar agama yang dalam dari orang Bashkir dan Kota Ufa.
Kehadiran masjid seperti ini di Ufa tak mengejutkan bagi mereka yang mengetahui sejarah kawasan itu. Sejarah mencatat, Ufa sebagai salah satu pusat kehidupan Islam dan budaya yang penting di Rusia. 

Sejak zaman Catherine yang Agung, kota ini sudah menjadi rumah bagi Central Muslim Board of Spiritial Administration (CMSB Rusia), sebuah organisasi yang mewakili masyarakat Muslim di tingkat nasional. CMSB menyelamatkan tekanan terhadap agama pada era Soviet dan masih berlokasi di kota ini hingga kini, bekerja untuk kebutuhan Muslim negeri itu.
***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Saturday, October 14, 2017

Masjid Mukhtarov Vladikavkaz

Masjid Mukhtarov berdiri di pusat kota Vladikavkaz di tepian sungai Terek dan berlatar belakang punggung pegungungan Kaukasus, memberikan pemandangan yang menawan.

Pada saat tulisan ini di Upload Masjid Mukhtarov ini tepat berusia 109 tahun sejak masjid ini diresmikan pada tanggal 14 Oktober 1908. Masjid Mukhtarov adalah masjid bersejarah di tepian sungai Terek di pusat kota Vladikavkaz.

Peresmian masjid ini dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 1908, pembangunannya menghabiskan dana sebesar ro ribu rubel Rusia dan semuanya ditanggung oleh Murtuza Mukhtarov seorang milioner ternama dari kota Baku, Azerbaijan. Proses pembangunanya telah dimulai sejak tahun 1900.

Vladikavkaz Central Mosque | Мечеть Мухтарова
ul. Kotsoyeva, 62, Vladikavkaz
Resp. Severnaya Osetiya-Alaniya, Rusia, 362008


Sebagai Tanda Cinta

Murtuza Mukhtarov membangun masjid ini sebagai bentuk rasa cinta Muslim Azerbaizan kepada Muslim Osetia, secara pribadi Murtuza Mukhtarov sendiri memutuskan untuk membangun masjid di kota itu, kota yang telah mempertemukan dengan wanita pujaannya yang dikemudian hari menjadi istrinya.

Murtuza-aga Mukhtarov menikah dengan Lisa Tuganova, putri dari Jenderal Hamby Tuganova dan pesta pernikahannya dilaksanakan di Vladikavkaz. Setelah menikah beliau membotong istrinya tinggal di kota Baku, Azerbaizan.

Arsitek Józef Plośko yang dipercaya membangun masjid ini merancangnya terinspirasi dari masjid Al-Azhar dan gaya masjid masjid di Kairo, Mesir. Józef Plośko juga yang mengarsiteki Istana Mukhtarov di kota Baku, Azerbaijan.

Masjid Mukhtarov dari seberang Sungai Terek

Masjid Mukhtarov sangat terkenal karena lokasinya yang menjadikan posisi masjid memiliki background nya yang dramatis dengan jejeran pegunungan Kaukasus di latar belakangnya dengan bentang alam dan aliran air sungai Terek disebelahnya.

Masjid ini merupakan masjid bagi muslim suni di kota tersebut termasuk bagi komunitas muslim Ingushetia yang tinggal di Vladikavkaz sebelum kemudian mereka terusir dari kota tersebut dan dari wilayah Ossetia Utara di tahun 1990-an.

Dimasa kedudukan Uni Soviet masjid ini sempat dialihfungsikan sebagai Musium Adat dan baru di tahun 1996 bangunan masjid ini dikembalikan lagi kepada Lembaga Spiritual Muslim Osetia Utara dan beberapa kali telah mengalami restorasi, untuk memulihkan kondisinya termasuk akibat kerusakan parah oleh ledakan bom di tahun 1996.

Sisi depan Masjid Mukhtarov

Restorasi pertama setelah serah terima, dilaksanakan pada tahun 1997, kemudian di tahun 2006 dan 2008. Masjid Mukhtarov ini telah dimasukkan ke dalam daftar bangunan bersejarah yang dilindungi sejak tahun 1934.

Beberapa penulis setempat menumpahkan rasa kecewa mereka yang merasa terganggu dengan pembangunan gedung berlantai 12 di belakang masjid ini yang mereka sebut sebagai sesuatu yang telah merusak pemandangan keindahan latar belakang masjid ini yang langsung berpanorama pegunungan Kaukasus.

Apa dan Dimanakah Vladikavkaz

Vladikavkaz adalah kota terbesar sekaligus ibukota dari Republik Ossetia Utara-Alania yang merupakan bagian dari Federasi Russia. Letaknya berada di barat daya wilayah Ossetia Utara di kaki pegunungan Kaukasus, kota ini dilalui oleh Sungai Terek, dihuni oleh sekitar 300 ribu jiwa.

Di musim salju yang membeku

Kota Vladikavkaz pertama kali dibangun tahun 1784 sebagai benteng pertahanan selama penaklukan oleh Russia ke wilayah Kaukasus dan cukup lama menjadi pangkalan militer utama Russia untuk kawasan Kaukasus. Kota ini kemudian berkembang menjadi pusat peleburan logam, pemurnian minyak hingga bahan kimia dan industri manufaktur.

Nama kota ini sempat beberapa kali berganti nama, tahun 1931-1944 dan tahun 1954-1990 baik orang Rusia maupun orang Ossetia menyebutnya Ordzhonikidze (Орджоники́дзе) diambil dari nama Sergo Ordzhonikidze, tokoh gerakan Bolshevik Georgia.

Sempat berganti nama menjadi Dzaudzhikau (Дзауджика́у) dalam bahada Russia dan Dzæwdžyqæw (Дзæуджыхъæу) dalam bahasa Ossetia. Sedangkan nama Vladikavkaz adalah nama kota ini dalam bahasa Russia yang digunakan kembali di tahun 1990 beberapa saat sebelum keruntuhan Uni Soviet sedangkan dalam bahasa Ossetia nya kembali menjadi Dzæwdžyqæw.

Vladikavkaz sempat mengalami pahit getir kancah perang sipil Russia maupun perang dunia kedua. Bulan Februari 1919 kota ini sempat diserbu oleh pasukan General Anton Denikin yang merupakan tokoh anti komunis Ossetia namun berhasil dikalahkan pasukan merah di bulan maret 1920.

Interior Masjid Mukhtarov

Di bulan November 1942 Vladikavkaz kembali menjadi ajang perang tatkala Nazi Jerman menyerbu kota ini namun lagi lagi digagalkan oleh pasukan merah. Kerusakan parah melanda kota ini saat menjadi target pengeboman dalam perang sipil di tahun 1999, 2008 dan 2010.

Bahkan walikota Vitaly Karayev tewas ditembak oleh penembak tak dikenal pada tanggal 26 November 2008. Begitupun dengan penggantinya, walikota Kazbek Pagiyev 31 December 2008, juga mengalami nasib tragis yang sama, terbunuh oleh penembak tak dikenal.

Etnik dan Agama

Penduduk kota Vladikavkaz terdiri dari beberapa kelompok etnis, Etnis Ossetia merupakan etnis terbesar di kota ini ( (59.51%) disusul oleh etnis rusia (27.59%), Etnis Armenia (3.89%) dan Etnis Georgia (2.32%). Islam menjadi agama terbesar kedua yang di anut penduduk kota ini setelah penganut agama Kristen Ortodok.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Sunday, October 8, 2017

Moscow Cathedral Mosque

Masjid Katedral Moskow atau Moscow Cathedral Mosque tampak berdiri kokoh lebih tinggi dan lebih menyolok dibandingkan dengan stadion olimpiade 1980 di pusat kota Moscow, Russia. Pemandangan seperti ini menjadi hajatan 2 kali setahun di masjid ini ketika ummat Islam menyemut saat melaksanakan sholat Idul Fitri dan Idul Adha.

Moscow Cathedral Mosque berdiri megah bersebelahan dengan Olympic Indoor Stadium / Stadion Olimpiade 1980 di pusat kota Moskow, kini menjadi masjid terbesar di Rusia sekaligus menjadi landmark baru bagi ibukota Rusia tersebut. Masjid Katedral Moskow merupakan masjid tertua kedua di Moskow, berdiri sejak tahun 1904, (bila di Indonesia masjid ini hampir seumur dengan usia Masjid Raya Al-Mashun di kota Medan).

Nama “Katedral” untuk menyebut sebuah masjid besar memang terdengar sangat aneh bagi kebanyakan orang Indonesia, penyebutan nama masjid ini memang unik, boleh jadi karena budaya masyarakat Kristen Ortodox Rusia yang terbiasa menyebut gereja besar sebagai Katedral, maka masjid besar di kota Moskow inipun di sebut sebagai Masjid Katedral. Dalam bahasa Rusia masjid ini juga disebut masjid Sabornaya atau Masjid Agung karena memang fungsinya sebagai masjid agung bagi kota itu.

Disebut juga dengan nama ‘mosque at Prospect Mira’ karena memang lokasinya yang berada di jalan prospect mira (perdamaian) dan dilokasi itu berdiri megah stasiun kereta Prospect Mira, sementara sebagian orang juga menyebutnya sebagai Masjid Tatar (Tatar Mosque) Karena memang awalnya jemaah masjid ini didominasi oleh muslim Etnis Tatar.

Masjid Katedral juga merupakan kantor bagi muftiyat Russia. Masjid Katedral ini selain menyelenggarakan sholat lima waktu, sholat Jum’at, trawih, dua sholat Idul Fitri, peringatan hari hari besar Islam juga menyediakan perpustakaan Islam dan Maktab atau lembaga pendidikan Islam. Di tempat ini pula berlangsung aktivitas umat yang ingin bersedekah, berzakat, atau bahkan minta didoakan keluarganya.

Moscow Cathedral Mosque
2b Minskaya st. (Prospec Mira)    
+7 (495) 4498113, +7 (499) 5021906, +7 (495) 4498113
Situs Resmi : http://www.mmechet.ru/
Koordinat geografi : 55°46'44"N   37°37'36"E



Masjid Sabornaya dibangun pada tahun 1904 oleh arsitek Nikolai Alekseyevich Zhukov. Seluruh biaya pembangunan ditanggung saudagar muslim bernama Saleh Yusupovich Yerzin. Dan hanya dalam tempo lima bulan, masjid pun selesai dibangun. Pada 27 November 1904, imam masjid pertama Badridin Hazrat Alimov mengajukan permohonan pada pemerintah Moscow untuk menggunakan masjid ini sebagai tempat ibadah.

Di masa pemerintahan refresif soviet, ketika masjid masjid ditutup, imam masjid ditangkap bahkan sebagian dari mereka dibunuh, namun masjid Katedral ini menjadi satu dari sangat sedikit masjid di Rusia yang lolos dari tindakan represif pemerintah.sebuah kenyataan yang menyisakan pertanyaan hingga detik ini “mengapa pemerintah tidak menutup masjid Katedral ?”.

Sebagian sejarawan percaya hal tersebut dilakukan pemerintah Soviet sebagai bentu apresiasi kepada usaha imam Masjid Katedral yang berhasil mencarikan hubungan diplomatik pemerintahan sosialis Soviet yang beraliran komunis dengan dunia Islam.

Pihak kepolisian dan departemen terkait di kota Moscow setiap tahun memang menyiagakan para petugasnya untuk kelancaran hajatan ummat Islam di kota itu melaksanakan sholat Idul Fitri dan Idul Adha. ribuan orang yang memadati ruas jalan di sekitar masjid ini mau tidak mau harus dipersiapkan sedemikian rupa oleh semua pihak terkait dan menjadi telah menjadi pemandangan rutin di kota ini.

Kedekatan imam masjid dengan berbagai petinggi politik Negara tetangga ini yang kemudian membuat Kremlin memberikan sediit konsesi kepada Masjid Katedral dan tetap mempertahankan beberapa masjid lainnya antara 50 hingga 100 masjid di seluruh soviet. Dan ada sekitar 300-an di era 80-an. Pemerintah Soviet memang tetap menjalin hubungan dengan Negara Negara Islam, tercatat berbagai pemimpin dari Negara Negara Islam pernah berkunjung ke Masjid Katedral ini di era Uni Soviet termasuk presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Presiden dan Proklamator Indonesia Sukarno, Presiden Libya Muammar al-Gaddafi, dan lain lain.

Komposisi jemaah masjid selama perang berubah total, masjid seolah olah menjadi tempat berteduhnya kaum wanita, anak anak, dan orang orang cacat akibat perang dan mereka yang baru kembali dari medan tempur. Dibalik segala kesulitan, Jemaah dan pengurus masjid mengumpulkan makanan dan pakaian bagi masyarakat korban perang ataupun bagi keluarga korban perang. Pemimpin tertinggi Uni Soviet pun pernah mengirimkan telegram untuk muslim Moskow dengan pesan,

“Terima Kasih atas segala perhatian dan sokongan kepada kekuatan bersenjata pasukan merah. Terimalah salam dan penghormatan saya untuk pasukan merah. Stalin”

Pembangunan Kembali Moscow Cathedral Mosque

Sejak dibangun tahun 1904 Masjid Katedral Moscow ini semakin hari semakin tak mampu lagi menampung Jemaah yang semakin membludak. hal itu yang kemudian bergulir rencana untuk membangun masjid yang lebih besar. Rencana perluasan masjid Katedral ini mulai digulirkan pada peringatan se-abad masjid Katedral 28 Mei 2004.

LAMA DAN BARU ; Foto atas adalah Masjid Katedral Moskow sejak di bangun tahun 1904 hingga tahun 2011, tampak seolah bersembunyi dibalik bangunan stadion Olimpiade 1980 kota Moskow. Bandingkan dengan foto bawah, Masjid Katedral setelah pembangunan kembali tahun 2015, justru Stadion Olimpiade yang seolah bersembunyi di balik begitu besarnya bangunan masjid ini. Wajar bila disebut sebagai Masjid Sabornoya (Masjid Agung).

Acara tersebut turut dihadiri oleh wakil walikota Moskow Mikhail Men, Pesiden Muftiyat Rusia sheikh Ravil Gainutdin, Sekjen World Islamic Call Association (Libya) Mohamed Ahmed Sheriff, Mufti Kyrgyzstan Murataev Agee Zhumanov, Mufti Republik Kazakhstan Abdsattar Derbesali, mufti Tajikistan Amanullo Nemadzade, Wakil presiden OSCE Parliamentary Assembly (Turkey) Mevzet Yalchintash dan Imam-Khatib Masjid Katedral Moskow Hazrat Biljalov Rais.

Rencana perluasan masjid tersebut telah disetujui oleh Presiden Medvedev yang tercatat sebagai satu satunya presiden yang pernah berkunjung ke Masjid Katedral Moskow. Sedangkan Perdana menteri Vladimir Putin menjadi orang pertama yang menyampaikan ucapan selamat atas perayaan se-abad Masjid Katedral Moskow.

11 September 2011 bangunan lama masjid Cathedral Moscow dirobohkan total sebagai bagian dari proyek pembangunan kembali dan perluasan masjid tersebut. di robohkan nya bangunan bersejarah tersebut tak pelak mengundang reaksi protes dari berbagai kalangan baik muslim maupun non muslim yang menyayangkan dihancurkannya bangunan bersejarah tersebut.

Proses pembongkaran bangunan lama masjid Katedral ini menjadi legal karena sejak ahir 2008 bangunan Masjid Katedral tidak lagi tercatat sebagai benda warisan budaya, meskipun sebelumnya di bulan Juni tahun yang sama masjid ini dimasukkan dalam daftar baru di masukkan ke dalam daftar benda warisan budaya dan monument sejarah, sehingga dengan sendirinya pada saat pelaksanaan pembongkaran, bangunan tersebut tidak terlindungi oleh undang undang cagar budaya Rusia.

Interior Masjid Katedral Moskow

Pihak pengurus masjid dan Muftiyat Rusia berpendirian bahwa masjid tersebut sudah tidak memadai untuk menampung jumlah jemaah yang terus membludak sepanjang waktu, ditambah lagi dengan posisi kiblatnya yang sedikit melenceng. Pada awalnya, rencananya masjid ini hanya akan di preteli menjadi bagian bagian kecil untuk kemudian dirakit kembali menjadi bagian dari masjid baru yang akan dibangun dilokasi tersebut.

Masjid Katedral Moskow menjadi bangunan tempat ibadah pertama di Rusia yang dirobohkan sejak tahun 1978. Proyek pembangunan masjid baru yang lebih besar dan representative di atas lahan yang sama tersebut rencananya baru akan selesai pada tahun 2013 dan keseluruhan pembangunannya diperkirakan baru akan selesai pada tahun 2014 atau 2015.

Peresmian Moscow Cathedral Mosque

Setelah melalui proses pembangunan selama 4 tahun, Moscow Cathedral mosque dengan penampilan baru ini dibuka kembali secara resmi pada tanggal 23 September 2015 bertepatan dengan malam Idul Adha oleh Presiden Russia Vladimir Putin. acara tersebut turut dihadiri oleh presiden Turki Recep Tayeb Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas serta beberapa perwakilan negara negara arab dan negara negara Islam.

Pembangunan kembali masjid ini ditangani oleh arsitek Ilyas Tazhiyev, dan menghabiskan biaya sebesar $170 juta dolar Amerika. $100 juta dolar merupakan sumbangan dari pengusaha sekaligus senator Rusia, Suleyman Kerimov yang menyumbang pembangunan masjid ini untuk mengenang ayahnya, diantara para donator lainnya termasuk presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menyumbang sebesar $26,000 sedangkan pemerintah Turki menyumbang mimbar serta mihrab untuk masjid ini.

Masjid Katedral Moskow dan sekitarnya

Arsitektur Masjid Catheral Moscow

Moscow Catherdral Mosque ini memiliki luas ruang 19.000 meter persegi terdiri dari enam lantai dan diperkirakan mampu menampung hingga 10.000 jemaah sekaligus. menjadikannya sebagai masjid terbesar di Russia dan Eropa. bandingkan dengan ukuran sebelumnya yang hanya mampu menampung 1500 jemaah saja.

Masjid ini dilengkapi dengan sebuah kubah besar berdiameter 27 meter setinggi 40 meter, dilengkapi dengan sepasang menara setinggi 75 meter (menara masjid lama hanya 20 meter). Kubah atap dan menaranya di lapisi dilapis emas begitupun dengan bagian interior masjid ini yang mengggunakan 12 kg emas sebagai dekorasi ditangani oleh para seniman ahli dari Turki yang mengangani semua ornament masjid ini yang memadukan seni Islami dan seni tradisional Russia.

Sebagai fasilitas tambahan di komplek masjid ini juga akan dilengkapi dengan hotel, gedung kantor Muftiyat, aula, gedung parkir, perkantoran perwakilan bagi berbagai komunitas muslim, Pusat Kebudayaan Islam dan pertokoan yang menyediaan beraneka buku buku Islam, perlengkapan sholat hingga makanan halal yang di olah sesuai dengan syariat.

Russia merupakan rumah bagi 23 juta muslim, dan Islam merupakan agama terbesar kedua di Russia setelah agama Kristen Ortodox. Angka tersebut setara dengan sekitar 17% dari keseluruhan penduduk Russia, sedangkan Kristen Ortodox sekitar 46.8 persen.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga