Kamis, 31 Mei 2012

Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow – Rusia (Bagian II)


Masjid Katedral Moskow. foto kiri : Bangunan asli. foto kanan : rencana bangunan masjid Katedral  dengan latar belakang Stadion Olimpiade Moskow

Proyek Perluasan Masjid Katedral Moskow

Masjid Katedral Moskow merupakan masjid tertua kedua di Moskow, berdiri sejak tahun 1904, (bila di Indonesia masjid ini hampir seumur dengan usia Masjid Raya Al-Mashun di kota Medan). Masjid Katedral di rancang dalam gaya Byzantium (Romawi Timur) oleh arsitek Nikolay Zhukov. Sebuah masjid yang sangat klasik lengkap dengan kubah besar dan menara. Keseluruhan dana pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh saudagar muslim kota Moskow bernama Saleh Yusupovich Erzin

Namun sayangnya kita tidak akan pernah lagi bisa melihat keindahan masjid rancangan Nikolay Zhukov itu, karena bangunan tersebut sudah dirobohkan pada tanggal 11 September 2011 untuk dibangun masjid baru di lokasi yang sama dalam ukuran yang berkali kali lipat lebih besar guna mengakomodir jemaah yang semakin membludak.

Masjid Katedral Moscow dengan dua menara nya yang sedang dalam proses pembangunan (foto dari panoramio)
Rencana perluasan masjid Katedral ini mulai digulirkan pada peringatan se-abad masjid Katedral 28 Mei 2004,, dalam acara tersebut turut dihadiri oleh wakil walikota Moskow Mikhail Men, Pesiden Muftiyat Rusia sheikh Ravil Gainutdin, Sekjen World Islamic Call Association (Libya) Mohamed Ahmed Sheriff, Mufti Kyrgyzstan Murataev Agee Zhumanov, Mufti Republik Kazakhstan Abdsattar Derbesali, mufti Tajikistan Amanullo Nemadzade, Wakil presiden OSCE Parliamentary Assembly (Turkey) Mevzet Yalchintash dan Imam-Khatib Masjid Katedral Moskow Hazrat Biljalov Rais.

Rencana perluasan masjid tersebut telah disetujui oleh Presiden Medvedev yang tercatat sebagai satu satunya presiden yang pernah berkunjung ke Masjid Katedral Moskow. Sedangkan Perdana menteri Vladimir Putin menjadi orang pertama yang menyampaikan ucapan selamat atas perayaan se-abad Masjid Katedral Moskow.

Bangunan lama Masjid Katedral sebelum dibongkar diantara sepasang menara raksasa Bangunan Masjid Katedral Baru yang sedang dibangun (foto dari wikimapia)
Masjid yang sedang dibangun itu menempati lahan seluas 15 ribu meter persegi, sepertiga dari area itu akan menjadi ruang utama masjid. Mampu menampung hingga 6000 jemaah (bandingkan dengan masjid sebelumnya yang berapasitas maksimum 1500 jemaah). Masih terbilang kecil dibandingkan dengan jemaahnya saat ini yang mencapai puluhan ribu. Ruang sholatnya tetap akan dibangun tiga lantai.

Masjid baru itu akan dilengkapi dengan sebuah kubah besar berdiameter 27 meter setinggi 40 meter, dan dilengkapi dengan sepasang menara setinggi 75 meter (menara masjid lama hanya 20 meter). Kubah atap dan menaranya akan di lapisi dengan lapiran tembaga dan seng titanium. Sedangkan tembok serta lantainya akan dilapis dengan pualam dan granit. Warna yang dipilih adalah paduan warna putih dan hijau.

Foto udara Masjid Katedral Moskow dari Google Earth. Sebelah kiri adalah foto tahun 2003 Saat bangunan lama Masjid Katedral masih utuh ::: foto sebelah kanan direkam tahun 2010 lalu saat sudah dimulai proses pembongkaran disekitar komplek masjid.
Area yang berdekatan dengan bangunan masjid akan dibangun gedung parkir tiga lantai dengan kapasitas 500 kendaraan roda empat sedangkan dipuncak atapnya rencanaya akan dijadikan area terbuka lengkap dengan fasilitas pemanas dan air mancur. Di hari hari besar Islam yang membutuhkan area yang luas area tersebut juga dapat difungsikan sebagai area sholat tambahan.

Sebagai fasilitas tambahan di komplek masjid ini juga akan dilengkapi dengan hotel, gedung kantor Muftiyat, serta ruang aula berkapasitas 600 tempat duduk, dilengkapi juga dengan perkantoran perwakilan bagi berbagai komunitas muslim, Pusat Kebudayaan Islam dan pertokoan yang menyediaan beraneka buku buku Islam, perlengkapan sholat hingga makanan halal yang di olah sesuai dengan syariat.



Dirobohkannya masjid tua yang sudah berumur lebih dari seratus tahun ini menuai berbagai kontroversi di tengah masyarakat Moskow dan Rusia terutama dari para pemerhati warisan sejarah arsitektural, salah satunya sebagaimana direkaman video di situs rt.com atau dapat dilihat juga di youtube.com . Gelombang protes dan keberatan dari berbagai lapisan masyarakat dari berbagai kalangan [muslim dan non muslim] tidak mengurungkan proses tersebut.

Proses pembongkaran bangunan lama masjid Katedral ini menjadi legal karena sejak ahir 2008 bangunan Masjid Katedral tidak lagi tercatat sebagai benda warisan budaya, meskipun sebelumnya di bulan Juni tahun yang sama masjid ini dimasukkan dalam daftar baru di masukkan ke dalam daftar benda warisan budaya dan monument sejarah, sehingga dengan sendirinya pada saat pelaksanaan pembongkaran, bangunan tersebut tidak terlindungi oleh undang undang cagar budaya Rusia.

Proses pembongkaran bangunan lama masjid Katedral (foto dari islamnews.ru) 
Pihak pengurus masjid dan Muftiyat Rusia berpendirian bahwa masjid tersebut sudah tidak memadai untuk menampung jumlah jemaah yang terus membludak sepanjang waktu, ditambah lagi dengan posisi kiblatnya yang sedikit melenceng. Pada awalnya, rencananya masjid ini hanya akan di preteli menjadi bagian bagian kecil untuk kemudian dirakit kembali menjadi bagian dari masjid baru yang akan dibangun dilokasi tersebut.

Ilyas Tazhiyev selaku arsitek yang ditunjuk menangani pembangunan masjid tersebut juga sependapat dengan hal tersebut. Namun kemudian keputusan berubah di tahun 2009, Muftiyat Rusia memutuskan untuk merobohkan masjid lama dengan pertimbangan bahwa bangunan lama tersebut sudah terlalu rapuh untuk digunakan kembali sehingga ditakutkan akan roboh. Sejak itu kontroversi pun merebak.

peletakan batu pertama proses perluasan Masjid Katedral Moskow pada peringatan Se-Abad Masjid Katedral Moskow (foto dari gov.cap.ru)
Masjid Katedral Moskow menjadi bangunan tempat ibadah pertama di Rusia yang dirobohkan sejak tahun 1978. Proyek pembangunan masjid baru yang lebih besar dan representative di atas lahan yang sama tersebut rencananya baru akan selesai pada tahun 2013 dan keseluruhan pembangunannya diperkirakan baru akan selesai pada tahun 2014 atau 2015.

Klik untuk membaca BAGIAN I

Foto foto Masjid Memorial Moscow

Foto Masjid Katedral Moskow . Sebelah atas adalah foto bangunan lama sebelum dibongkar ::: foto sebelah bawah adalah gambar reka komputer Masjid Katedral bila telah selesai nanti.

Proses pembangunan gedung baru Masjid Katedral (foto dari yulikasatriadaya)
Bangunan baru Masjid Katedral di sebalah kiri foto, sebelah kanan foto adalah sisa bangunan lama (foto dari rferl.org)
Bangunan baru Masjid Katedral di sebalah kiri foto, sebelah kanan foto adalah sisa bangunan lama (foto dari themoscownews)

Referensi

russian-mosques.com  - moscow cathedral mosque (berbahasa rusia)
yulikasatriadaya.blogspot.com – bulan sabit beruang merah
geo.1september.ru - the largest mosque russia
en.wikipedia.org - moscow_cathedral_mosque
wikimapia.org - moscow-cathedral-mosque

---------------------------

Baca Juga



Minggu, 27 Mei 2012

Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow – Rusia (Bagian I)

Masjid Katedral atau Masjid Sobornoya Moskow (foto dari Russian-mosque.com)

Masjid Katedral Moskow, Moscow Catherdral Mosque, Sabornaya Mosque, ‘mosque at Prospect Mira’ dan kadang kadang juga disebut sebagai Moscow Tatar Mosque, adalah Masjid yang berfungsi sebagai Masjid Agung kota Moskow yang berlokasi di Jalan Prospect Mira, bersebelahan dengan Olympic Indoor Stadium di pusat kota Moskow, Ibukota Federasi Rusia. Stadion ini pernah digunakan saat pelaksanaan Olimpiade Moscow 1980.

Masjid Katedral Moskow (1903) ini merupakan masjid tertua kedua dari empat masjid yang kini eksis di kota Moskow setelah Moscow Historical Mosque (1828) di 28 Bolshaya Tatarskaya Strett. Dua masjid lainnya adalah, Yardem Mosque (1997) di Otradnoye dan Moscow Memorial Mosque (1997) di Poklonnaya Hill. Kota Moskow tercatat sebagai Ibukota Negara Eropa yang memiliki penduduk muslim terbanyak tapi hanya memiliki empat masjid saja, jumlah yang sama sekali sudah tidak mencukupi untuk menampung jemaah muslim yang terus membludak.

Masjid Katedral merupakan simbol 
Islam di Rusia. foto@religion.ng.ru
Menurut laporan berbagai media, menjadi  sebuah pemandangan biasa, manakala muslim kota Moskow melaksanakan sholat berjamaah di jalan raya. Berbagai situs melansir berita dan foto betapa muslim kota Moskow harus sholat berjamaah hingga memenuhi jalan raya karena daya tamping masjid yang tidak mencukupi sebagaimana foto foto yang dikutip oleh hisbut tahrir dan hidayatullah.

Pada pelaksanaan dua sholat hari raya Masjid Katedral tak mampu menampung lebih dari 50 ribu jemaah yang ahirnya harus menyemut hingga ke jalan raya, pelataran parkir berbagai gedung disekitar masjid hingga ke halaman Mall dan Gereja di kawasan tersebut. Hajatan sholat dua hari raya ini menjadi agenda tahunan bagi aparat keamanan untuk menerjunkan pasukannya guna menjamin keamanan dan kelancaran hajatan tahunan umat Islam tersebut.

Pemandangan betapa semaraknya Sholat Idul Fitri dan Idul Adha di masjid Katedral dan bagian Mokow lainnya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer yang kemudian direkam dengan apik dalam deretan foto di demotix, rianovosti, rt.com, pagenet.com, englishrussia.com, bestyule.com atau dalam rekaman video berikut ini.


Nama Masjid Katedral

Nama “Katedral” untuk menyebut sebuah masjid besar memang terdengar sangat aneh bagi kebanyakan orang Indonesia, penyebutan nama masjid ini memang unik, boleh jadi karena budaya masyarakat Kristen Ortodox Rusia yang terbiasa menyebut gereja besar sebagai Katedral, maka masjid besar di kota Moskow inipun di sebut sebagai Masjid Katedral. Dalam bahasa Rusia masjid ini juga disebut masjid Sabornaya atau Masjid Agung karena memang fungsinya sebagai masjid agung bagi kota itu.

Disebut dengan nama ‘mosque at Prospect Mira’ karena memang lokasinya yang berada di jalan prospect mira (perdamaian) dan dilokasi itu berdiri megah stasiun kereta Prospect Mira, sementara sebagian orang juga menyebutnya sebagai Masjid Tatar (Tatar Mosque) Karena memang awalnya jemaah masjid ini didominasi oleh muslim Etnis Tatar.

Masjid Katedral juga merupakan kantor bagi muftiyat Russia. Masjid Katedral ini selain menyelenggarakan sholat lima waktu, sholat Jum’at, trawih, dua sholat Idul Fitri, peringatan hari hari besar Islam juga menyediakan perpustakaan Islam dan Maktab atau lembaga pendidikan Islam. Di tempat ini pula berlangsung aktivitas umat yang ingin bersedekah, berzakat, atau bahkan minta didoakan keluarganya.

Alamat dan Lokasi Masjid Katedral Moscow

Moscow Cathedral Mosque
Address: 2b Minskaya st.
(Prospec Mira)     
+7 (495) 4498113, +7 (499) 5021906, +7 (495) 4498113
Situs Resmi : http://www.mmechet.ru/
Koordinat geografi : 55°46'44"N   37°37'36"E


View Moscow Cathedral Mosque in a larger map

Masjid Sabornaya dibangun pada tahun 1904 oleh arsitek Nikolai Alekseyevich Zhukov. Seluruh biaya pembangunan ditanggung saudagar muslim bernama Saleh Yusupovich Yerzin. Dan hanya dalam tempo lima bulan, masjid pun selesai dibangun. Pada 27 November 1904, imam masjid pertama Badridin Hazrat Alimov mengajukan permohonan pada pemerintah Moscow untuk menggunakan masjid ini sebagai tempat ibadah.

Sejarah Masjid Katedral Moskow

Keinginan untuk membangun masjid kedua di kota Moskow mencuat dengan semakin meningatnya komunitas muslim Tatar di Kota Moskow. Di awal abad ke 20 muslim Tatar yang tinggal di Kota Moskow tidak hanya di kawasan Zamoskvorechye, tapi juga di kawasn jalan Sretenka, Butcher, Pipe dan lain lain. Sejak tahun 1894, komunitas muslim Tatar sudah berkali kali mengajukan permohonan kepada otoritas kota bagi pembangunan masjid kedua namun berkali kali juga permohonan tersebut ditolak.

Masjid Katedral atau Sobornaya Mosque, dengan latar belakang Stadion Olimpiade 1980, masjid ke dua dari empat masjid di kota Moskow saat ini, tak cukup kapasitas untuk menampung 2 juta muslim yang tinggal di kota itu (foto dari sfgate.com)
Di tahun 1902, Muslim kota Moskow bernama S. Bakirov dan Saudagar Muslim H. Akbulatov Melayangkan permohonan kepada dewan keagamaan Islam Orenburg yang sudah di akui pemerintah, sebuah petisi untuk mengubah lahan di area Meshchanskaya di ruas jalan Vypolzovo untuk digunakan sebagai area pembangunan masjid kedua bagi Muslim kota Moskow. Di bulan Desember 1903, otoritas kota Mosow dibawah kepemimpinan Gubernur Jendral Grand Duke Sergei Alexandrovich memberian persetujuan bagi pembangunan masjid yang diajukan oleh komunitas muslim Tatar.

Seiring dengan keluarnya ijin dari otoritas kota, proses pembangunan segera dilaksanakan. Keseluruhan dana pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh saudagar muslim kota Moskow bernama Saleh Yusupovich Erzin (setelah revolusi beliau kehilangan seluruh hartanya, namun tetap memutuskan tinggal di kota Moskow meski harus bekerja sebagai pengawas di gedung bioskop).

Sebagian besar Jamaah harus sholat diluar masjid Sobornaya Moskow. Karena memang masjid tertua kedua di kota Moskow ini tidak sanggup menampung jemaah yang terus membludak (foto dari sfgate.com)
Pembangunan masjid Katedral ini terekam dengan apik alam sebuah majalah arsitektural Vakhtangov di Arbat № 32 tahun 1904 dijelaskan bahwa “Komunitas muslim kota Moskow memulai proses pembangunan Masjid kedua di kota itu dengan dana sebesar 35 ribu Rubel, proses pembangunannya ditangani oleh Arsitek Nikolai Zhukov dalam gaya Byzantium, berkapasitas 2000 jemaah." Saat itu masjid Katedral merupaan salah satu bangunan besar di kota Mosow dengan proses pembangunannya memakan waktu selama lima bulan. Pada tanggal 27 November 1904, Hazrat Badriddin Alimov selaku imam pertama masjid Katedral mengajukan izin kepada otoritas kota untuk mulai menggunakan masjid tersebut.

Di masa pemerintahan refresif soviet, ketika masjid masjid ditutup, imam masjid ditangkap bahkan sebagian dari mereka dibunuh, namun masjid Katedral ini menjadi satu dari sangat sedikit masjid di Rusia yang lolos dari tindakan represif pemerintah.sebuah kenyataan yang menyisakan pertanyaan hingga detik ini “mengapa pemerintah tidak menutup masjid Katedral ?”.

Gedung perkantoran pengelola dan muftiyat di komplek Masjid Katedral Moskow (foto dari worldwalk.info)
Sebagian sejarawan percaya hal tersebut dilakukan pemerintah Soviet sebagai bentu apresiasi kepada usaha imam Masjid Katedral yang berhasil mencarikan hubungan diplomatik pemerintahan sosialis Soviet yang beraliran komunis dengan dunia Islam. Sebagaimana sejarah Masjid Saint Petersburg yang secara mengejutkan dibuka kembali dan dikembalikan kepada kaum muslimin St. Peterburg setelah sebelumnya dikuasai militer dan dijadikan gudang senjata.

Keputusan mengejutkan tersebut ternyata tak lepas dari protes keras dari Soekarno (Bung Karno) yang menyatakan sangat kecewa dengan kondisi masjid tersebut yang ditutup dan dialih fungsi menjadi gudang militer, dalam sebuah jamuan makan malam di kremlin di kunjungan beliau ke Rusia atas undangan Kruschev,

Suasana di dalam masjid Katedral Moskow (foto dari englishrussia.com)
Kedekatan imam masjid dengan berbagai petinggi politik Negara tetangga ini yang kemudian membuat Kremlin memberikan sediit konsesi kepada Masjid Katedral dan tetap mempertahankan beberapa masjid lainnya antara 50 hingga 100 masjid di seluruh soviet. Dan ada sekitar 300-an di era 80-an. Pemerintah Soviet memang tetap menjalin hubungan dengan Negara Negara Islam, tercatat berbagai pemimpin dari Negara Negara Islam pernah berkunjung ke Masjid Katedral ini di era Uni Soviet termasuk presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Presiden dan Proklamator Indonesia Sukarno, Presiden Libya Muammar al-Gaddafi, dan lain lain.

Komposisi jemaah masjid selama perang berubah total, masjid seolah olah menjadi tempat berteduhnya kaum wanita, anak anak, dan orang orang cacat akibat perang dan mereka yang baru kembali dari medan tempur. Dibalik segala kesulitan, Jemaah dan pengurus masjid mengumpulkan makanan dan pakaian bagi masyarakat korban perang ataupun bagi keluarga korban perang. Pemimpin tertinggi Uni Soviet pun pernah mengirimkan telegram untuk muslim Moskow dengan pesan,

“Terima Kasih atas segala perhatian dan sokongan kepada kekuatan bersenjata pasukan merah. Terimalah salam dan penghormatan saya untuk pasukan merah. Stalin”

Ildar Alyautdinov, disebelah kanan imam masjid Sobornaya, sedang bersilaturrahim dengan salah satu jemaah masjid (foto dari sfgate.com)

Imam Imam Masjid Katedral

Berikut adalah mereka yang pernah mengabdikan diri sebagai imam di Masjid Katedral : Badriddin Alimov, Safa hazrat, Abdulvadud Fattahiddin (direpresi), Su-Abdullah Leimane (direpresi), Hazrat Musa, Khalil Rahman, Kamaretdin Salikhov, Ismail Mushtari, Ahmedzyan Mustafin, Rizaetdin Basyrov. Hazrat Anas Sadretdinov imams, Hazrat Bilyalov Rais, Wais and Mustapha hazrat BEDRETDINOV Kyutyukchyu.   

Pusat Urusan Agama Islam Rusia

Sejak tahun 1991 komunitas keagamaan di seluruh Rusia mendapatkan pengakuan dari pemerintah termasuk komunitas Islam di Negara tersebut, termasuk komunitas Islam, sesuatu yang tak pernah terjadi selama Soviet berkuasa. Di seluruh wilayah Negara ini, masjid masjid mulai diperbaiki dan masjid masjid barupun mulai berdiri. Sangat disadari bahwa untuk mengelola begitu banyak masjid di negeri itu, mengatasi masalah masalah mendesak termasuk penyediaan imam imam masjid yang berkompeten, hingga ke masalah komunikasi dan interaksi dengan dunia Islam internasional, pengurusan jemaah haji serta permanen interfaith dialog diperlukan sebuah lembaga untuk mengkoordinir hal tersebut.

Seorang jemaah bersiap masuk ke masjid Katedral Moskow untuk sholat magrib di hari pertama Ramadhan (foto dari thebeautyofislam)
Untuk mengatasi hal tersebut kemudian dibentuklah Lembaga Administrasi Agama Islam bagi Kawasan Rusia di Eropa Tengah, yang dikemudian hari bertransformasi menjadi Lembaga Administrasi Agama Islam Rusia bagian Eropa yang berkantor pusat di Masjid Katedral Moskow. Lembaga tersebut yang mengkoordinir komunitas muslim di 19 propinsi dan dua Republik bagian Rusia, mewakili 22 wilayah di Federasi Rusia. Di tahun 1996 dibentuk Dewan Mufti Rusia sebagai badan pengelola lembaga lembaga administrasi muslim Rusia. Dewan Mufti Rusia juga berkantor di komplek Masjid Katedral Moskow.


Lanjutkan membaca ke  BAGIAN II

Foto Foto Masjid Katedral Moskow


Masjid Katedral Moskow (foto dari worldwalk.info)
Sudut dari gedung perkantoran pengelola dan muftiyat di komplek Masjid Katedral Moskow (foto dari worldwalk.info)

Jemaah Masjid Katedral Moskow menyemut di luar masjid karena tidak tertampung di dalam masjid (foto dari englishrussia.com)
lebih dekat ke kubah masjid (foto dari islamnews.ru)
Masjid Sobornoya dengan latar belakang stadion olimpiade Moskow (foto dari wmtblogeng)
Jemaah Masjid Katedral sedang khusu' mendengarkan ceramah agama dari Imam Masjid Katedral, imam-khatyb Akhmedzyan Mustafin, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad tahun 1980 lalu (foto dari profimedia.si)


Lanjutkan membaca ke  BAGIAN II


--------------------------

Baca Juga


Sabtu, 26 Mei 2012

Masjid Yardyam (Мечеть Ярдям) Moskow - Rusia


Masjid Yardyam, Masjid Yarjam atau Masjid Yardem - Moskow (foto dari Panoramio)

Masjid Yardyam atau Masjid Yarjam atau Masjid Yardem merupakan satu dari empat masjid di kota Moskow. Masjid Yardyam adalah bagian dari kompleks rohani dan pendidikan terpadu agama-agama tradisional Rusia, di kawasan tempatnya berdiri di distrik timur laut Moskow, juga berdiri bangunan gereja Ortodoks, Sinagog dan Vihara Budha pertama di Moskow. Yardyam yang dipakai menjadi nama masjid ini diambil dari bahasa Tatar, bila diterjemahkan berarti "membantu."

Masjid Yardyam ini sangat unik dan mungkin tiada duanya, Masjid nya terdiri dari dua bangunan masjid. Satu bangunan masjid bagi golongan Sunni dan satu masjid lagi bagi golongan Syiah. Perbedaan dapat dijumpai ketika azan shalat jumat  antara kedua masjid. Bagi yang Sunni melaksanakan sholat di masjidnya, pun demikian dengan yang Syiah. Meski berbeda dalam tata cara beribadah, mereka tetap rukun. Dari segi umur masjid Yardyam ini seumur dengan Masjid Memorial di Poklonnaya Hill.

Alamat dan Lokasi Masjid Yardyam (Мечеть Ярдям)

Masjid Yardyam (Мечеть Ярдям)
Khacaturyana street, 8. Metro station Otradnoe
Phone : 8 (499) 903-6088
Situs resmi : http://www.yardyam.ru


Lihat Masjid Yardyam (Мечеть Ярдям) di peta yang lebih besar

Perjalanan dari Otradnoe Metro, jika cuaca memungkinkan, masjid Yardyam dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 10 menit. Jika Anda menggunakan taksi dari stasiun kereta bawah tanah ke masjid ini ongkosnya kira kira seratus rubel. Kubah masjid yang tinggi dan ramping dapat jelas terlihat dari stasiun metro otradnoe.

Pembangunan masjid ini dimulai pada musim gugur oktober tahun 1996 atas inisiatif badan keagamaan tatar “Hilal“. Masjid ini diresmikan oleh organisasi islam Yardem pada saat perayaan 850 tahun kota Moskow pada 14 September 1997. Arsitektur asli masjid terdiri atas dua menara. Ini mengingatkan kita pada gaya pembangunan masjid di Asia Tengah, Iran dan negara-negara Muslim lainnya di Timur tengah. Masjid di Otradnoe ini termasuk dalam kompleks bangunan keagamaan dari tiga agama besar di Rusia yakni Kristen, Islam dan Yudaisme.


Sejarah Masjid Yardyam

Pembangunan masjid ini dimulai pada musim gugur di bulan Oktober 1996 atas inisiatif Yayasan Hilal yang merupakan badan keagamaan muslim Tatar. Proses pembangunan selesai dilaksanakan dan diresmikan oleh organisasi islam Yardem bertepatan dengan perayaan 850 tahun kota Moskow pada tanggal 14 September 1997.

Bangunan Masjid Yardyam menempati areal seluas 2 hektar. Dilengkapi dengan taman yang tertata rapi, 2 menara masing masing setinggi 41.5m, kubah utama masjid setinggi 26 meter serta fasilitas fasilitas pendukungnya. Keseluruhan bangunan masjid mampu menampung hingga dua ribu jemaah yang ditampung di area sholat utama, basement serta ruang galeri.

Dua masjid untuk dua aliran di lokasi yang sama, sebuah hal yang sangat menarik (foto dari panoramio)
Pelaksanaan proyek pembangunan masjid Yardyam ditangani oleh orang dalam Yardyam sendiri bernama Bayazitov Ryashit Zhabbarovich (1960). Beliau adalah tokoh akademisi Tatar, ketua perkumpulan muslim Siberia, akademisi di International Slavic Academy of Sciences, International Academy of sciences of nature and society dan the Academy of Natural Sciences.

Beliau berasal dari distrik Kamkin Sergachskogo di wilayah Nizhny Novgorod. Sejak tahun 1993 mengepalai Lembaga Keagamaan Yardyam, di tahun 1997 menjadi yayasan "Religious tolerance and concord", dan kemudian menjadi Yayasan Hilal yang merupakan yayasan Kebudayaan dan Keagamaan Tatar. Yayasan Hilal ini yang kemudian berinisiatif membangun Majsid Yardyam.

Masjid Yardyam dari arah jalan raya (foto foto dari escapediff.tumblr.com)
Beliau begitu banyak berjasa dalam membangun dan merenovasi masjid di berbagai kota di Rusia. Termasuk madrasah makhinur di Nizhny Novgorod, kampung halamannya, dan turut mendanai pembangunan gedung kantor di depan Masjid Katedral Moskow yang kemudian menjadi kediaman Doumar di tahun 1994.

Aktivitas Masjid Yardyam - Moskow

Masjid Yardyam memiliki fasilitas aula yang dapat digunakan untuk berbagai acara. Masjid juga menyediakan produk makanan halal yang di tangani oleh para koki profesional. Tersedia juga daging segar yang dijamin kehalalannya, produk produk setengah jadi termasuk susu, madu, makanan kaleng, air minum dalam kemasan dan sebagainya. Masjid Yardyam juga melayani jasa penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani hingga pengantaran ke pemakaman sampai proses pemakamannya.

Jemaah sholat idul fitri yang membludak di Masjid Yardyam (foto dari islamnews.ru)
Selain menyelenggarakan pelaksanaan sholat fardhu (Namaz) lima kali sehari termasuk sholat fardhu Jum,at dan dua hari raya serta layanan lainnya, Masjid Yardyam ini juga dilengkapi dengan gedung tiga lantai yang berfungsi sebagai pusat pendidikan dan  administrasi yang menargetkan pendidikan terhadap 250-300 santri secara berkelanjutan dengan materi berupa bahasa Arab, Bahasa Tatar, Qur’an, akidah dan sejarah Islam. Di gedung yang sama juga menjadi kantor yayasan Hilal.

Sebagaimana masjid masjid lainnya di kota Moskow, masjid Yardyam menjadi satu dari empat masjid yang ada di Moskow lainnya, masjid Yardyam juga dipadati jemaah hingga ke jalan raya pada pelaksanaan sholat fardu jum’at apalagi di dua sholat hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Kondisi yang memang tak bisa dihindari karena kurangnya masjid di kota Moskow.

Pengelolaan Masjid Yardyam - Moskow

Masjid Yardyam dibangun dan dikelola oleh muslim Rusia bersama Yayasan Hilal. Berikut ini susunan pengurus dan pengelola masjid Yardyam saat ini :

Presiden : RJ Bayazitov.
Imam-Khatib : Z.A Khasyan
Imam-Khatib : FM Saifullin
Imam-Khatib : IA Valitov
Imam : TA Valitov
Imam : IA Valitov

Foto Foto Masjid Yardyam

Interior Masjid Yardyam ini terbilang sederhana saja (Foto dari yardyam.ru)
Mimbar dan Mihrab Masjid Yardyam Moskow yang sepi ornamen (foto dari foursquare.com)
Tiga Menara untuk dua Masjid, dalam dinginnya musim Salju kota Moskow (fotki.yandex.ru)
Mihrab di masjid Yardyam ini yang polos polos saja tanpa ukiran ataupun ornamen apapun (foto dari escapediff.tumblr.com)
Teduh diantara rindangnya pepohonan (foto dari esosedi.ru)
sebuah pemandangan baru di kota Moskow paska keruntuhan Uni Soviet, ketika umat beragama bebas menjalankan peribadatan, termasuk umat Islam yang hingga kini masih kekurangan masjid dan harus berdesakan sholat di jalan raya di sekitar masjid Yardyam Moskow (foto dari station.ru)

Referensi

ayseningazetesi.blogspot.com  - masjid di moskow (berbahasa turki)
ades-rumahalquran.blogspot.com - masjid masjid di moskow
situs resmi masjid yardyam - www.yardyam.ru (berbahasa rusia)
shigiri.ru - masjid yardyam (berbahasa rusia)
yulikasatriadaya.blogspot.com - bulan-sabit-beruangmerah-pernahkahanda

---------------------------

Baca Juga